|
Hal ini dimaksudkan agar jika salah satu investasi turun (merugi), penurunan ini diharapkan dapat tertutupi oleh investasi lain yang mungkin naik. Selain itu, investor juga bias melakukan diversifikasi waktu. Artinya, dengan berinvestasi secara regular sesuai aturan kedua, investor sebenarnya melakukan diversifikasi terhadap waktu, yakni investor tersebut secara konstan berinvestasi, ketika masa investasi baik maupun buruk.
Dalam jangka panjang, hal ini akan membantu dalam memaksimalkan imbal hasil dan merupakan cara yang mudah untuk diterapkan.
- Berinvestasi sesuai karakter risiko dan kebutuhan
Dengan mengetahui kebutuhan karkter risiko, investor dapat menentukan jenis investasi yang sesuai, sehingga investor tersebut dapat terhindar dari pengambilan resiko yang terlalu tinggi dan/atau terlalu rendah dari karakternya.
Selain itu, investasi yang dipilih harus juga disesuaikan dengan kebutuhan investor akan dana tersebut. Makin panjang dana investasi dibutuhkan, investor dapat semakin agresif dalam berinvestasi, sebaliknya, semakin pendek dana investasi dibutuhkan, investasinya harus semakin konservatif.
Untuk mengetahui karakter risiko investasi, salah satunya adalah kita dapat mengisi profil risiko nasabah dan diinterpretasikan. Formulir tersebut tersedia di bank-bank yang menjual reksa dana dan/atau perusahaan pengelola reksa dana.
- Perhitungan biaya investasi
Setiap investasi pasti memerlukan biaya, baik biaya langsung maupun tidak llangsung. Contohnya, dalam reksa dana, biaya langsung bagi invetor adalah biaya pembelian dan biaya penjualan kembali unit penyertaan reksa dana. Sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang harus ditanggung oleh reksa dana.
Setiap biaya, baik langsung maupun tidak, akan mempengaruhi imbal hasil yang dapat diberikan. Untuk menghasilkan hasil investasi yang maksimum, investor harus memperhatikan rasio biaya ini. Makin kecil biaya yang dikeluarkan, makin besar pula hasil investasi yang akan diperoleh.
(Bersambung)
|