Back | Home

Current Time

Minggu, 5 September 2010

Misalnya

Index Berita

Index Event

Index Artikel

ARTIKEL

NEWS

New Page 1

EVENT

New Page 1

 

New Page 1

LANGKAH SEDERHANA UNTUK PINTAR BERINVESTASI (BAG. 2)

Senin, 21 Juli 2008

Ada sepuluh langkah panduan sederhana agar kita dapat berinvestasi dengan baik. Kesupuluh aturan itu dalah:

  1. Harus dengan cara yang mudah
    Sama seperti dalam setiap aspek kehidupan, kita cenderung untuk mengambil jalan termudah dan menghindari yang sulit-sulit. Kita cenderung untuk mengabaikan hal-hal yang sulit dan kalaupun hal yang sulit tersebut dijalani, biasanya tidak akan bertahun lama.

    Begitu juga dengan berinvestasi, investor harus memiliki metode investasi yang mudah bagi dirinya. Ada sebgaian investor yang berpendapat bahwa berinvestasi langsung di saham merupakan hal yang menyenangkan. Namun, bagi sebagian orang ada juga yang mengatakan bahwa, investasi dalam saham merupakan sesuatu yang sangat sulit. Pilihannya tergantung dari masing-masing investor.

    Yang penting diingat adalah tidak setipa investasi yang mudah itu baik. Selain mudah, investor juga harus mnegerti bahwa metode investasi yang dipilihnya merupakanmetode investasi yang akan memberikan imbal hasil yang sepadan dan telah terbukti.

    Bagi kebanyakan masyarakan berinvestasi secara regular dalam instrument reksa dana merupakan cara termudah.

  2. Berinvestasi secara regular
    Banyak orang berpikir bahwa untuk berinvestasi memerlukan dana yang besar. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar, karena sebagian besar investor dapat menyisihkan sebagian kecil uang yang diperolehnya untuk ditanamkan dalam instrument investasi secara regular dan konsisten..

    Dengan berinvestasi secara regular dalam jangka panjang, investor akan dapat memperoleh manfaat dari efek compounding, atau biasa kita kenal dengan istilah bunga berbunga.

    Sebagai ilustrasi, jika saat ini seorang investor berumur 30 tahun dan berniat untuk pensiun pada usia 55 tahun dengan memiliki dana sebesar 1 milyar pada saat pensiun nanti, ia harus menyisihkan sebesar Rp.1.672.000 setiap bulan pada produk investasi dengan imbal hasil sebesar 5% per tahun. Sedangkan jika investasi yang dilakukan menghasilkan 10% per tahun, dana investasi yang harus disediakan hanya sebesar Rp747 ribu saja perbulan.

  3. Tingkat inflasi jangka panjang sebagai patokan
    Kita sering mendengar keluhan atau mungkin kita sendiri mengeluh bahwa hamper seluruh harga barang naik, sehingga uang kita tidak cukup lagi untuk membiayai kebutuhan hidup. Ini terjadi karena tingginya tingkat inflasi yang merupakan cerminan dari kenaikan harga barang dan jasa di pasar sehingga bepengaruh pada pengurangan daya beli masyarakat.

  4. Diversifikasi
    Jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Itu ungkapan lain yang sering didengar dlam dunia investasi. Kanapa hal ini harus dilakukan? Untuk mengurangi resiko berinvestasi, investor harus menyebar dana investasi dalam beberapa keranjang, seperti dalam saham, obligasi, dan pasar uang.(Bersambung)

Sumber : investor daily Posted : 21/7/2008  Hits : 688 

» Artikel Lainnya

New Page 1

New Page 1

SEARCH : 

Home

Home | Site Map | Contact Us | FAQ | Simulasi Program Pensiun | Kumpulan Peraturan
©2003, Dana Pensiun Garuda Indonesia All Rights Reserved. DPGA Webmail | Term & Condition
Best view with IE 7.x or above