Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 343/KMK.017/1998 tanggal 13 Juli 1998 tentang Iuran dan Manfaat Pensiun yang terakhir kali diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.010/2012 tanggal 03 April 2012 dalam hal jumlah akumulasi iuran dan hasil pengembangan (saldo dana/manfaat pensiun) yang menjadi hak Peserta pada Dana Pensiun yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) kurang atau sama dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) maka jumlah saldo dana/manfaat pensiun tersebut dapat dibayarkan sekaligus.

Apabila jumlah saldo dana pensiun tersebut lebih dari Rp. 500.000.000,- peserta diperbolehkan mengambil maksimal 20 % (dua puluh persen) dari saldo dana pensiunnya secara sekaligus. Jika setelah pemotongan pajak dan diambil maksimal 20 % (dua puluh persen) jumlah saldo dana adalah kurang atau sama dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta), Peserta dapat memilih untuk mengambil 80 % (delapan puluh persen) sisanya secara sekaligus atau membelikan anuitas ke perusahaan asuransi jiwa. Akan tetapi apabila setelah pemotongan pajak dan diambil maksimal 20 % (dua puluh persen) jumlah saldo dana masih melebihi jumlah Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah), maka Peserta wajib membelikan anuitas ke perusahaan asuransi jiwa untuk 80 % (delapan puluh persen) sisanya. Namun demikian ketentuan ini tidak membatasi Peserta untuk membelikan anuitas ke perusahaan asuransi jiwa atas seluruh saldo dana pensiunnya.

Meskipun manfaat pensiun tidak langsung berasal dari hasil kerja pegawai seperti halnya gaji ataupun imbalan jasa, namun dalam bidang perpajakan manfaat pensiun diperlakukan sebagai penghasilan sehingga manfaat pensiun dikenai pajak penghasilan (PpH). Berdasarkan Undang-undang Nomor : 68 Tahun 2009 tanggal 16 November 2009 tentang Pajak Penghasilan, manfaat pensiun sampai dengan Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) tidak lagi dikenai PPh. Akan tetapi manfaat pensiun yang berjumlah lebih dari Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), maka selisihnya dikenai PPh sebesar 5 % (lima persen).